Asimor Produk Asimor ASI Booster Pelancar ASI
COBA Herba ASIMOR
  • ASI lebih lancar
  • Durasi menyusui lebih cepat
YUK, BELI Herba ASIMOR





Perjuangan #PejuangkASIh.
Admin | Aug 26 2020
Share Facebook Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI Share Twitter Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Feature Image Perjuangan #PejuangkASIh. Asimor ASI Booster Pelancar ASI


Facebook Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Twitter Share Button Asimor ASI Booster Pelancar ASI

Menyusui atau memberikan ASI adalah sebuah proses alami untuk setiap Mamsi di masa pasca-melahirkan. Tapi menyusui juga perlu banyak perjuangan dan tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan. Namun sebagai #PejuangkASIh, masalah ini tentu tak perlu menyurutkan niat mulia Mamsi untuk menyusui bayi dong. Yuk ketahui apa aja masalah yang umum terjadi di hari-hari pertama menyusui dan cara mengatasinya. Ssssst, bagi Mamsi yang sedang hamil, juga perlu tahu nih informasi ini.

1. Kok ASI saya enggak keluar?

Semua Mamsi baru umumnya beranggapan bahwa ASI pasti akan keluar segera setelah melahirkan, namun nyatanya ASI bisa saja mulai keluar di hari kedua atau ketiga pasca-persalinan. Bahkan pada beberapa Mamsi, ASI baru mulai keluar di hari kelimat setelah bersalin.

Hal pertama yang harus Mamsi lakukan ketika berada dalam kondisi ini adalah tenang, tak perlu panik dan stress. Percayalah bahwa setiap wanita dipastikan bisa memproduksi air susu yang cukup untuk bayinya, terlepas dari besar kecilnya ukuran payudara. Dan perlu diingat, produksi ASI sangat tergantung pada konsep “permintaan dan penawaran”. Jadi perbanyaklah dan perbaiki pelekatan menyusui, agar produksi ASI terus bertambah mengikuti kebutuhan bayi.

Selanjutnya ketahui cara menyusui yang benar, yaitu memastikan pelekatan bayi sudah benar.

  1. Dagu bayi menyentuh payudara.
  2. Bibir bawah bayi terbuka lebar.
  3. Areola masuk ke dalam mulut bayi.
  4. Terdengar suara menelan, bukan berdecak
  5. Mamsi tidak merasa sakit.

  

2. Duh payudara saya bengkak dan sakit banget.

Kebalikan dari kondisi pertama, Mamsi baru juga bisa mengalami masalah payudara bengkak. Kondisi ini dirasakan dengan gejala payudara terasa sangat penuh, kencang, dan bayi menjadi sulit untuk menyusu.

Hal ini terjadi akibat ASI yang diproduksi tidak diimbangi dengan proses pengeluaran yang baik. Selain itu, adanya perubahan hormon dan darah ekstra yang mengalir ke payudara membuat payudara kian membengkak.

Untuk mengatasinya, pastikan posisi menyusu dan pelekatan bayi sudah tepat dan Mamsi tahu waktu bayi menyusu agar ASI tidak keburu mengumpul. Selain itu, beberapa cara lain yang bisa Mamsi lakukan untuk meringankan pembengkakan

payudara, di antaranya:

- Perah ASI

Banyak ibu yang beranggapan bahwa memerah ASI dapat memperparah pembengkakan karena semakin meningkatkan produksi ASI. Padahal, pembengkakan payudara terjadi karena ASI menumpuk di payudara dan pelekatan yang belum benar, sehingga hanya sedikit ASI yang diisap oleh bayi. Itulah kenapa, pengosongan payudara tetap penting, terutama ketika mengalami pembengkakan. Karena jika kondisi ini terus dibiarkan, pembengkakan tersebut dapat menekan kelenjar air susu dan menurunkan produksi ASI. Memerah ASI baik dilakukan setelah menyusui atau di antara jam menyusui. Mamsi juga bisa melakukannya sebelum bayi menyusu agar ia lebih mudah untuk mengisap dan payudara tidak terlampau kencang.

- Mengompres payudara

Suhu hangat dapat memperbaiki aliran darah dan ASI. Beberapa saat sebelum jam menyusui bayi, cobalah letakkan kompres atau handuk hangat di atas payudara. Setelah itu, redakan bengkak dengan mengompres dingin payudara. Mamsi bisa menggunakan kompres dingin, handuk yang dibasahi air dingin, atau kubis dingin yang kabarnya banyak dilakukan para ibu dan efektif untuk meringankan pembengkakan.

 

3. "Tolong, bayiku menangis terus. Apa karena dia belum kenyang?

Lapar menjadi alasan paling umum mengapa bayi

baru lahir menangis. Inilah mengapa Mamsi perlu mengetahui tanda-tanda umum bayi mendapatkan cukup ASI, seperti:

Terjadi pertambahan berat badan. Bayi umumnya akan kehilangan berat badan 7-10% dalam 5-7 hari pertama setelah dilahirkan. Bobotnya akan kembali bahkan lebih banyak setelah 2 minggu pasca-kelahiran.
Maka, timbang bayimu secara berkala dan pantau pertambahan berat badannya sekitar 140 sampai 200 gram dalam seminggu, sesuai kurva pertumbuhan.

  1. Bayi buang air kecil sebanyak 6-8 kali dan pup sebanyak 3-5 kali dalam sehari ketika usianya 3-5 hari. Perhatikan pula konsistensi kotorannya. Idealnya, pup bayi berwarna kuning, cenderung cair, dan berukuran seperti 1 koin kecil. Menginjak usia 6 minggu ke atas, frekuensi buang air bisa saja berkurang, tetapi dengan kuantitas yang meningkat.
  2. Tidur nyenyak setelah disusui dengan kepalan tangan terbuka, melepaskan isapan dari puting, mengalihkan kepala dari payudara, tubuhnya terasa melemas, dan kembali minta disusui setelah 2-3 jam.

Bagaimana jika bayi menunjukkan tanda-tanda belum cukup ASI? Tak perlu panik Mamsi karena ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengejar pertumbuhan bayimu:

  1. Cukup istirahat dengan ikut tidur di saat bayi tidur. Agar kondisi ini bisa terlaksana dengan baik, komunikasikan kebutuhan Mamsi kepada suami dan bekerja samalah untuk pengaturan tugas rumah.
  2. Kosongkan satu sisi payudara terlebih dulu, lalu berikan sisi payudara lainnya.
  3. Perbaiki pelekatan menyusui dengan berkonsultasi kepada konselor laktasi atau dokter.
  4. Susui bayimu lebih sering dan sesuai permintaannya.
  5. Praktikkan metode power pumping, yakni perah ASI selama 20 menit, istirahat 10 menit, lalu perah kembali selama 10 menit, dan istirahat 10 menit. Lakukan metode ini selama satu jam setiap hari dan lihat perkembangan hasilnya dalam seminggu.
  6. Penuhi asupan cairan minimal 3 liter atau 16 gelas per hari.

Jika diperlukan, Mamsi bisa saja meningkatkan kuantitas serta kualitas ASI dengan mengonsumsi suplemen pelancar ASI. Di antara sekian banyak pilihan, Herba ASIMOR memiliki beberapa keunggulan lho.

Herba ASIMOR mengandung kombinasi 2 tanaman herbal asli Indonesia, yaitu daun katuk dan daun torbangun, untuk meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam produksi ASI.

Selain itu, Herba ASIMOR mengandung fraksi bioaktif ikan gabus untuk menambah nutrisi ASI, mempercepat proses penyembuhan pasca-melahirkan, serta membuat bayi lebih kenyang karena ASi lebih kental. Hasil uji konsumen pada Mamsi yang mengonsumsi Herba ASIMOR selama dua minggu menunjukkan hasil yang positif. Data menunjukkan, terjadi peningkatan berat badan bayi, peningkatan frekuensi berkemih, yaitu lebih dari 6 kali sehari, serta membaiknya kualitas tidur bayi sebanyak 21%.

Wah, sebuah solusi yang lengkap untuk #KawalAwal PejuangkASIh seperti Mamsi, nih!

 

Sumber: https://www.temanbumil.com/redirection?key=navigation_article_week&content_id=12840

REFERENCES arrow_downward
TAGS
PRODUK TERKAIT


Produk Terkait Image Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Herba ASIMOR KAPLET ASI BOOSTER
  • - ASI lebih lancar & kental
  • - Durasi menyusui lebih cepat
CEK Herba ASIMOR arrow_forward
ARTIKEL TERKAIT


Asimor ASI Booster Pelancar ASI




DEXA MEDICA LOGO Asimor ASI Booster Pelancar ASI
Logo Asimor ASI Booster Pelancar ASI
BELI SEKARANG